KE-KU-A-TAN

 Bismillah, Alhamdulillaah

Sudah dua minggu Aku tidak hadir untuk menemani anak-anak mengaji di masjid

Rasanya sudah lamaa sekali, mungkin karena Rindu.

 
Alhamdulillah, mengandung untuk pertama kali, di trisemester pertama ini cukup menguras banyak energi yang buat Aku ga bisa beraktifitas seperti biasanya. Ditambah lagi "mood" yang semakin tidak beraturan polanya. Ketika sedang semangat bisa berubah seketika menjadi down ataupun sebaliknya. Subhanallah, Alhamdulillah pokonya luar biasaa ..

Tapi buka ituu yaang mau kubahas malam inii, Aku pingin sedikit cerita kebahagiaan kuuu karena tadi anak-anak datang ke rumah Alhamdulillah. Mungkin judulnya "menjenguk" karena mereka tau Aku tidak mengajar karena sakit. Do'a, harapan mereka agar Aku bisa kembali mengajar rasanya sangaat berarti untuk Aku. Malam ini, Aku merasa memiliki kekuaan kembali untuk bangkit dan menebar manfaat lagi. 

Kenapa begitu berarti??

Karena eh karena, Aku sedang dalam posisi ZERO. Merasa diri tak berguna. Lagi banyak didatangi pikiran pikiran lemah yang buat Aku semakin betah buaat mengeluh dengan berbagai hal yang tidak Aku miliki. Semakin anteng nantinya membandingkan diri dengan oranglain. Hebatnya setan sampai membisikan diri untuk membandingkan  segala hal yang Aku punya dengan oranglain. Mendatagkan ketakutan, penyesalan, kekhawatiran yang tak akan pernah berujuung. Astagfirullahaladziim.. Banyangin, enak ga kira-kira kaya gitu? Totaly NOT. Sungguh -sungguh tidak enak, kita cape sama pikiran-pikiran dan perasaan yang dibuat-buat sendiri..

Menulis begini tentunya, tidak berarti Aku telah terbebas dari belenggu itu. Tak ada yang bisa menjamin untuk bebas dari perasaan ituu yaaa. Tapi untungnya Aku punya Allah. Alhamdulilah Alah masih selalu memberikan Aku kesempatan untuk senantiasa kembali, berharap dan berharap padanyaa .. 

Allah datangkan kekuatan-kekuatan yang mungkin kita sering tidak menyadari nya. Ga peka gitu sama hidayah dan pertolongan Allah. Termasuk kedatangan anak-anak maghrib tadi. Sepintas, diri ini begitu sombong ketika merasa bangga pada diri, merasa bahwa "yes, Aku dirindukan. yes Aku berhasil buat anak-anak kangen sama Aku" yang kalau Aku sadari lagi pikiran itu terlalu naif untuk Aku rasakan. Padahal mereka bisa datang adalah karena kasih sayang Allah buat Aku. Allah kasih kekuatannya melalui anak-anak yang menunggu Aku untuk kembali membimbing mereka mengaji di masjid. A;hamdulillaah ... Terimakasih yaa Allah ....

Aku juga jadi inget kemarin, tiba-tiba Aku klik status Kak nadhira, salah satu penulis yang aktif di Instagram yang sharing bareng teh Citra tentang kesabaran. Ga niat mau dengerin sampai beres, satu jam lamanya Aku berhasil dengar dari awal sampai akhir pembahasan. Kalau Aku sadari lagi, hal itu bukan kebetulan. Tapi itu lagi - lagi kekuatan dari Allah buat hamba-Nya yang sudah terlalu lama diam di rumaah dengan berbagai kegalauannyaaa. Dari sharing itu Aku banyak dapetin banyak banget insigh tentang KASIH SAYANG Allah yang tiada batasnya. Seringkali ketika kita mendapat ujian/masalah dalam hidup ini, Aku berfikir bahwa Allah sedang menghukum Aku atas banyaknya dosa yang Aku perbuat. Terlihat bijak. Tap kata teh Citra, itu kurang baik loooh. Kenapaa???? Karena kesannya kita husnudzon pada Allah. Seakan - akan kita meragukan keMaha Pengampunannya Allah ~ Naudzubillahomindzalik yaaa ... Padahal kita tau bahwa, Rahmat Allah itu lebih besar dari murkanya. Jadiii, berhusnudzan lah, berbaik sangka sama Allah. Bahwa Allah sedang memberikan kasih sayang nya atas ujian itu. Yang walaupun kita belum mengerti maksud dari apa yang terjadi pada diri kitaa. Cukup panjang sih pembahasannyaa. Mungkin next ajaa ya di bahasa In syaa Allah

Intinya sekarang yang ingin Aku bagi adalaaah tentang Kekuatan yang Allah berikan kepadaku lewat hal-hal sederhana salah satunya dengan kedatangan anak - anak ke rumaah Alhamdulillaah.

Mudah  - mudahahn Allah selalu melembutkan hati kita untuk bisa menangkanp setiap sinyal cintanya untuk kitaa. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah nya kepada kita agar kita tetap berada dalam jalan-Nya Aamiin

Sampai bertemu lagi nantiii, Aisyah!

Terimakasih untuk tetap bertahan!

Semangat!!

0

Jatuh dan terus bangkit

Rasa ingin bangun dan bangkit mulai bergumam dalam diri
Keras suara nyaa, cukup keras hingga ku ingin berlari 
Disisi lain, rasa khawatir kecewa sedih nampak nyaa masih belum pergi dari dalam diri inii

Masih mudah air mata keluar tanpa sebab
Masih berat rasanya diri tuk melangkah 
Masih pening rasanya kepala ini
Atas berbagai macam rasa, pikir, harap dan kenyataan yang nampaknya belum menemukan jalan nya bersama

Lelah jika harus dipikir
Cukup berat kepala ini jika harus berharap 
Mungkin ini waktunya Allâh ingin Aku kembali. 
Kembali menyerahkan apa yang menjadi harap dan cita kepada-Nya
Berpegang pada-Nya walau rupanya seringkali Aku tidak paham akan bahasa cinta - Cinta nyaa yang tak bisaa manusia berikan padaku 

Allâh, Alhamdulillaaah 
Mengingat muu, Aku tenaang 
Walau ternyata setan menggoda dengan keraguan pada-Mu tapi selalu coba ku lawan 

Bismillahirrahmannirrahim 
Subhanallah wallhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar

0

Tetap Bertumbuh ~

Bismillah, Ahad pagi niih pada ngapain biasanyaa?? Mungkin ada yang dipakai buat istirahat, dipakai me time, atau family time macam macam lah yaa hihi. Apapun kegiatan nyaa semogaa selalu dalam keberkahan, rahmat dan ridho Allâh SWT Aamiin yaa Rabbal'alamiin 

Aku sendiri lagi merebahkan badaan sebentaar setelah kegiatan pagii sambil curi kesempatan nulis lagii di Blog Alhamdulillaaah 

Syukur kuu kepada Allah SWT, cerita nyaa kemarin Akuu ikut webinar dari @cerdasmulia.institute yang judul nya "Mengupas Rahasia Hidup yang terus Bertumbuh". Niat awalnyaa cuman karena ga ada kegiatan ajaa ikut webinar ituu,  ternyataa Alhamdulillaaah, wasilah nyaa dari Webinar ini yang disini sama Mba Melinda di MC In Kak Radit,  Allah setrum Aku lagi buaat semangat bangkit dan bertumbuh. 

Jujur akhir-akhir ini, definisi bertumbuh buaat Akuu kaya yang samar gituu. Bukan abstrak lagi tapi hilang. Kayaa udah lah terima hidup seperti inii, dengan kondisi sebagai seorang Istri yang ridho suami nyaa didapat kalau Aku di rumaah ajaaa hoho. Boleh kerjaa tapi harus full di rumaah, dan Aku belum dapeet huhu. Jadi ngerasa Stuck, ga bisa ngapa²in, belum lagi kalau ngeliat temen yang udah bisa kerja, dapet penghasilan dan lain sebagainya.

Merana gitu ya? Iyaa merana kalau lagi ga sadar dan jauh dari Allâh maah, kesannya menyedihkan. Padahal banyak hal kok yang bisa kita kerjakan walau hanya di rumah ajaa. In syaa Allaaah 

Naah back to webinar kemariin, Narasumber nyaa akrab di panggil Mbak Melindaa. Beliau Istri juga ibu dari seorang anak yang kemarin baru menyelesaikan studi Ph. D nya di Belanda dan suami nyaa lg studi jugaa. Pokonyaa maa syaa Allah laah ku lihaat nyaa. 

Satu hal yang buat Aku kembali ter-charge untuk terus bertumbuh adalah Bahwa yang namanya orang mukmin mau ga mau seharusnya memang bertumbuh. Yaa dengan tugas dan kewajiban nyaa yg Allâh titipkan di bumi memang sudah menjadi hukum alam diaa bertumbuh. 

Akhir akhir inii ku sedang Insecure ² nyaa, melihat pertumbuhan dan pencapaian oranglain. Kita tauu bersama yaa, perasaan Insecure ituu biasanya tumbuh karena kita meng-compare / membandingkan diri kita dengan orang lain. Melihat dia sudah begini dan begituu tapi Aku belum, aku mah apaa daan lain sebagainyaaa. 

Padahal islam sendiri sudah jelas yaa melarang kitaaa untuk Iri, membandingkan diri dengan orang. Tapi ada hadits yang memperbolehkan kita buat iri looh, iyaa boleeh tapi sama dua orang ajaa yaitu 
1. Orang yg Allâh karuniakan harta dan menggunakan harta itu di jalan nyaa
2. Orang yang Allâh karuniakan Ilmu dan dia amalkan ilmu nyaa

Huaa, spesial bangeet yaang dua golongan ituuu, sampai kitaa boleh iri sama merekaa. Tapi yaang jadi fokus bukaa iri nyaa yaa. Tapi lihaat kondisi nyaa yang kiranya WHY?, kenapa kita boleh iri sama dua golongan orang ituuuu. Kalau kitaa liaat dua² nya berorientasi padaa amal kebaikan. Iyaa gaa?? 

Dua hal penting yang kita dapat, HARTA dan ILMU. Dan dua hal ini akan begitu berarti, spesial ketika kita bisa menjadikan titipan Allâh ituu sebagai amal kebaikan. So so so Fokus lah padaa amal nyaa, ga usah fokus sama hasilnya nanti gimanaa. Ga usaah merpati orang suka atau engga, bakal banyak pengikut atau enggaaa. Tapi fokus sama biat kita untuk beramal. Tentang bagaimana kitaa berlomba dalam kebaikan, dan hasilnya biar Allâh yang nilai. 

Menikah, menjadi istri, menjadi Ibu bukanlah sebuah alasan untuk kamu berhenti bertumbuh. Karena Hakikat nya, seorang muslim akn terus berkembang dan bertumbuh hanya dengan mengikuti perintah-Nyaa
. So keep Semangaat, mari kitaa bermimpi lagii. Mari kita bertumbuh lagii, dari segalaaa hal yang bisaa kitaa lakukan. Dari hal kecil yang bisa kita lakukan. Ga usah banyak mikir syaaah. Punya ide lakuin!  Dari hal yang sederhanaaa.. 


Yok Semangaaaat yok!! 

0

Basa Basi Kehidupan


u\Jum'at pagi nemenin suami re-make aquascape nya sambi nge-teh nih, Alhamdulillah. Ditemenin kucing-kucing manja yang lagi aktif-aktinya bund hihi dilengkapi sama irama lagu wali dari spotify (bukan sponsor yak). Alhamdulillaah. Dengan berbagai kenikmatan ituu, Aku masih aja membayangkan hal yang gak adaa, sambil bilaang "kalau ditambah sama pisang goreng anget enak yaa kayanyaa mantaap". 

Begitulah manusia, dengan sifat rakus nya tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang ada. Seringkali kita fokus dengan hal yang tidak kita miliki dibanding dengan apa yang ada dan kita miliki. Sikap itulah yang membuat kita memilih menjadi manusia yang bersyukut atau kufur. Kalau bahasa anak sekarang mah jadi "insecure". Got it?

Oke mari mengulik sedikit judul tulisan ku di atas tentang basa-basi kehidupan. 

Sebagai seseorang yang telah menjawab pertanyaan "kapan nikah?" maka pertanyaan selanjutnya yang akan masyarakat lontarkan adalah "kapan punya anak?" atau mungkin bertanya dengan kalimat "udah isi belum?" dan pertanyaan-pertanyaan selanjutnya yang tidak akan pernah beres. 

"Udah isi belum?"

Awal menikah Aku sudah sangat terbiasa dengan pertanyaan itu, setiap kami safar ke suatu tempat, silaturrahmi, bertemu dengan seseorang pasti yang ditanyakan hal tersebut. Satu bulan dua bulaan sampai sekarang lima bulan berlalu pernikahan pertanyaan itu masih hangat ditanyakan oleh orang-orang sekitar. Awalnyaa pertanyaan itu tidak begitu berpengaruh buat Aku, tapi hari kian hari Aku juga kaget, pertanyaan itu ternyata sangat berpengaruh untuk Aku terutama ke psikis Aku loh huhu.

Berfkir keras, apa yang salah, apa yang miss nih sampai Aku terusik sama pertanyaan itu. you know seberapa pengaruh? sampai Aku rasanya males untuk ketemu sama oranglain, belum lagi ketika kenyataannya temen temen yang waktu nikah nyaa berdekatan dengan Aku bahkan yang berbeda beberapa bulan setelah Aku telah memberikan kabar bahwa istrinya hamil. Akhirnya air mata akhir-akhir ini bisa jatuh dengan sangat mudah nya. Ya, dengan menyadari hal itu saja. Keadaan dan perasaan ini cukup mengganggu Aku. Karena efeknyaa jadi ke segala hal. hahaha. Lebay ya? Tapi ini the real kondisi yang sedang Aku hadapi. 

Terlepas dari kondisi keimanan nya sedang tidak baik, hal itu ternyata memang bisa sangat menyedihkan untuk seseorang yaa. Itu sih yang Aku dapetin. Waktu ngobrol dan diskusi sama suami, beliau menyampaikan bahwa sebenarnya pertnyaan yang orang-orang lontarkan itu hanya sebatas basa-basi biasaa. Ketika orang ingin memulai orbrolan, atau memperpanjang pembahasan percakapan, di Indonesia pertanyaan-pertanyaan tentang hal seperti itu menjadi hal yang biasaa, Padalah bisa jadi orang-orang itu sungguh tidak peduli dengan keadaan kitaa. Bagaimana harapan dan keinginan kita tentang itu, prtjuangan tentang itu, prinsip dan pandangan tentang itu. Yang mereka tanyakan adalah sebatas basa-basi biasa.

Contoh "Neng, gimana udah isi?" serangan pertanyaan yang Aku dapatkan 5 bulan terakhir ini. Pertanyaan itu sebenarnya hanya sebatas basa-basi obrolan ketika mereka tau bahwa Aku sudah menikah. Mereka tidak begitu peduli dengan prinsip kami dalam memiliki anak, bagaimana keinginan kami memiliki anak, bagaimana perasaan kami tentang kabar teman-teman yang sudah Allah titipkan janin si dalam rahimnya. Sama hal nya sama orang-orang yang kita tanyai "Kapan Nikah?" kita tidak tau yaa seberapa pengaruh pertanyaan sederhana kita sama orang itu. 

Buat temen-temen yang mungkin belum merasakan pengaruhnya pertanyaan sejenis itu terdengar biasa saja. Basa-basi itu terdengar biasa sajaa, tapi kita tidak pernah tau bagaimana akibatnya kepada orang yang kita tanyai. huhuhu. Pun hal hal sejenisnya yang kita harus ketahui bersama bahwa itu adalah hal-hal pribadi seseorang. Tentang kuliah kapan beres, apa pekerjaan daan pertanyann-pertanyaan sejenis lainnnya.


Darisini Aku juga jadi lebih belajar sih untuk lebih hati hati lagi sama ucapan kitaa. Benar yah yang dibilang bahwa "Lidah lebih tajam dari pada pedang". Kita ga bisa mengatur perasaan oranglain, ga bisa ngatur apa yang oranglain ingin ungkapkan dan tanyakan kepada kita. Yang bisa kita lakukan adalah lebih mengatur perasaan kita, respon kita terhadap apa yang masuk dari luar. Pun bagaimana kita mengungkapkan pertanyaan kita kepada orang - orang. Mengatur agar basa-basi yang disampaikan tidak menyinggung perasaan seseorang. 

Pun iya, kembali lagi ke bagaimana kita mengatur sikap kita terhadap respon ituu. 

Huaa, Semangat!!

;

0

Beautiful 2020! Bismillah 2021 :)

Bismillah, Alhamdulillaaah 
Ga kerasaa yaa udaah tahun 2021 ajaa, dan hari ini menginjak hari ke 6

Allah masih memberikan Aku kesempatan untuk bisa bangun dan menjalani hidup. Dengan harapan kesempatan untuk terus memperbaiki diri, mempersiapkan kehidupan kekal nanti di akhirat. 

Ya Allaaah, entah apa yang harus di ungkapkan untuk 2020 yang sudaah berlalu. Tahun yang campur aduuk. Perasaan yang adaa Full, Totaal dengan berbagai takdir yang telah Allâh tetapkan. Dimulai dari yang membahagiakan, menyedihkan, menumbuhkan penyesalan juga ke bersyukurlah yang tak pernah ada habis nya. 
Tahun dimana semua orang di dunia mengalami satu ujian yang sama, Covid-19. Pengalaman yang sungguh tiada gantinya. Dengan wabah Corona ini, Alhamdulillaaah di tahun 2020 terdapat banyak kisah perjuangan, dimulai dari berbagai macam sudang di akhir Semester. Dari Komprehensif, Tahfidz sampai Munaqosah Alhamdulillaaah. Wisudaaa lanjut ke Munakahaat Maa syaa Allah... 

Semuanya berjalan begitu sajaa, tanpa pernah sebelumnya Aku bayangkan. Alhamdulillaaah 

Banyak pelajaran di Tahun ini. Tentang bagaimana kita belajar menerima takdir yang sebenarnya tidak ingin kita lalui, juga bagaimana kita berjalan memperjuangkan takdir yang kita inginkan. Sampai kejutan takdir kebahagiaan yang telah Allâh berikan. 

Hampir full Satu tahun kita diem di rumah, lagu jamannya Tagar #dirumahaja dalam bentuk ikhtiar penyebaran Covid. Makan takdir kebahagian Akuu dimulai dari perjuangan skripsi, Sidang nyaa, wisuda nyaa sampai nikah. Aku lalui semuanya #dirumahaja. 

Daan Aku sadaar betuul, bukan cuman Aku kook yang ngajarin ituu. Terdapat banyaak orang yang senasib dengan Akuu
Ga muluk muluuk buaat Tahun selanjutnyaaa. Yang penting bisaa lebih maksimal lagi menjalankan tugas dan fungsi Aku sebagai manusia di muka bumi. Yang bedaa sekarang status nyaa sudah jadi istri Oraang. Jadi harus lebih sadar lagi siih, di penjelasan lagi tugas dan fungsi sebagai Abid dan Khalifah Allâh dengan status yang sekarang. 

Pokonyaa semogaa kehidupan nyaa semakin berkaah, Allâh Ridhaa, Allah sayaang. Memberikan banyak kebermanfaatan untuk orang orang sekitar. 

Ga cuman teori teori dan teori tapi tahun ini harus lebih berani dan semangat buat ACTION!!! 

However, Belajar Belajar Belajar!! 

Berdiri diatas kaki sendiri, tentunya dengan bantuan Allâh SWT. Karena tanpa-Nya I'm Nothing 

Semangat Semangaaat!!! 

Bismillahirrahmannirrahim 
0

Tentang yang Hilang dan Sendiri

Bismllah,
Sabtu pagi ini lagi coba buka buka media sosial lama yang udah jarang banget dibuka. Sebenernya udah ga pernah di pakai tapi dihapus juga sayang. Ternyata cukup banyak kenangan yaa haha. Dari kenangan persahabatan, percintaan, perguruan dan sebagainya. Agak ngakak ngakak sendiri liatnyaa.

Saat buka blog, aku temukan draf inii, udah ada judulya taou belum ada isinyaa. 
Karena lagi nyantai nih, cuus ah kita isi deh. Kayanya cukup relate nih sama kehidupanku sekarang. 

"relate gimana syah? bukannya udah nikah?"

Izinkan Aku berceritaa yaaa hehe. Udah lama juga nih ga nuliis.


Alhamdulillaah, tsumma Alhamdulillaah
Desember ini Aku menginjak bulan ke 4 pernikahaan nih. Kenapa menjadi patokaan? karena hal ini yang rasanya sedang sangat berpengaruh dalam kehidupan Aku. Sepertinya bukan Aku aja sih, setiap orang yang baru nikah 'mungkin' merasakan hal itu. Karena, banyak perbedaan, perubahan yang terjadi dalam keseharian. Iya ga sih?

Yang asalnyaa sendiri, sekarang jadi berdua. Ada seseorang yang rupanyaa kita lihat setiap hari, dari bangun tidur sampai tidur lagi. Ada seseorang yang asing, yang harus kita mintai pendapatnya atas setiap keputusan kita. Ada seseorang yang harus kita layani dengan penuh cinta dan tanggung jawab. Banyak kehadirang kehadiran yang baru, saudara baru, keluarga baru. Kebiasaan baru.

Tapi rupanya banyak juga yang hilang loh. Buat Aku pribadi khususnya. Aku beberapakali ngerasain momen kaya ditinggal sendiri gitu hihi. Sama siapa? sama orang orang di circle Aku dong hehe. Untuk yang satu ini Aku ga yakin kalian juga ngalamin ini. Mungkin ada yang setelah menikah memili circle baru bersama para Ibu muda. Buat Aku yang sekarang kegiatan nya banyak di rumah jarang banget buat ngumpul dan ketemu orang, rsering banget nemu momentum merasa sendiri. 
 
Temen-temen yang dulu suka main bareng hilang begitu saja haha. Mungkin ini yaa yang kata orang-orang, semakin dewasa pertemanan kita akan semakin sempit. Dan sangat terasa untuk ku sekarang. 
 
Orang -orang disekitar berteman untuk keperluan mereka sendiri tentunya. Ketika kita dianggap penting, dibutuhkan mungkin ga akan pada pergi ya. Aku suka berkaca juga sih, jangan jangan selama ini Aku yang begitu. Atau yaa Aku nya yang kurang menghargai arti pertemanan dan persahabatan jadi akhirnya kayak gini huhu. 
 
But keep positive. Karena kalau benar benar disadari, sebenarnya masih banyak ko teman dan orang orang yang ada di lingkungan kita. Khususnya keluarga ya, yang ga pernah bosen buat kasih support dan semangat buat kita. 
 
Agak ga nyambung mungkin sama judulnya, tapi gpp laah. Sedikit realis perasaan dan nyoba lagi posting di blog hihi
 
yeay! Terimakasih
0

Nulis Lagi Ah!

Bismillah, selamat sore temen - temen. Sudah sangat lama rasanya Aisyah tidak menyapa.
Sore ini, tepat pukul 15.24  saya sedang mengikuti kelas ICT singkatan dari Information and Communication Technology. Program kampus ku yang di wajibkan bagi semua mahasiswa semester lima. Kali ini angkatan 2016. Di lecture hall tepatnya di ruang 3.1 bersama Ali dan Bunda juga teman-teman baru dari jurusan lain.
________________________________________________

Sedikit menghela nafas, ketika diri ini tersadar bahwa sekarang sudah menjadi mahasiswa semester lima, ya, tingkat tiga. Hanya satu tingkat lagi In syaa Allah saya bisa menyelsaikan studi sarjana di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Disini saya sedikit termenung, mengintropeksi diri, bermuhasabah, selama ini apa saja yang sudah saya dapatkan (?) Sudahkah saya berperan sesuai dengan peran dan fungsi mahasiswa yang biasa orang - orang sebutkan (?)

Bagaimana bisa jika mahasiswa sekarang masih disibukkan dengan tugas mingguan yang dosen berikan. Bagaimana mungkin dengan banyaknya laporan pun kami merasa sudah kewalahan. Bagaimana bisa kami terjun ke masyarakat jika masih (merasa) disibukkan dengan hal hal kecil seperti itu (?)

Tahun berganti tahun alamat blog ku masih sama, semakin tinggi semester harusnya semakin produktif diri ini setidaknya dalam hal menulis, namus nyatanya kemampuan menulis ku begini - begini saja. Argh sebal rasanya pada diri ini --'
_________________________________________________

Image result for menulis

Syah! Bangkit!
Kamu tidak akan berubah kalau bukan kamu yang merubahnya. Kamu ingin lebih produktif maka harus kamu yang mengaturnya. Bismillah.

Teman - teman, siapapun yang membaca tulisan ini saya minta do'anya yaa agar saya bisa menjadi mahasiswa yang bermanfaat. Setidaknya saya mampu memberikan ide dan gagasan saya lewat tulisan. Setidaknya saya dapat produktif menulis, setidaknya saya memiliki sedikit kenangan sebelum saya meninggalkan dunia ini.

Semoga teman - teman pun begitu yaa, hidupnya semaik baik dan berkembang. Semakin produktif dalam menulis. Aamiin

Maafkan atas segala ketidak rapihan tulisan saya. Maaf atas segala salah salah tulis yang saya buat semoga kita semua bisa menjadi orang yang positif, orang - orang yang dapat memberikan manfaat bagi oranglain walau hanya dengan tulisan yang kita buat.

wassalamu'alaikum wr. wb
0

Pakai Kacamata Positif


Masih tetang berfikir positif. Seperti pagi biasanya, tepat pukul 10.00 WIB saya duduk didepan televisi untuk melihat salah satu acara di stasiun TV NET untuk menyaksikan program risalah hati. Ketika diri butuh di charge dan tidak berupaya untuk pergi ke ta'lim, hal ini bisa menjadi penggantinya.

Tema pembahasan dhuha ini mengenai Hikmah Kebangkitan Islam. Di paparkan oleh Ustadz Erick Yusuf, cukup memancing girah saya untuk terus belajar dan bangga akan ISLAM. Ketika program ini berakhir dan hendak beranjak mematikan televisi, saya tertarik dengan program chanel tersebut yang selanjutnya yang berjudulkan "Lentera Hidup". Dibuka dengan prakata dari seorang pengamen jalanan yang mengingatkan diri ini yang sangat enggan memberikan rupiah kepada mereka dijalan. Ya,  hal tu yang membuat saya terhentak dan melanjutkan untuk menonton televisi.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Alhamdulillah, di pagi ini Allah masih memberikan kesempatan kepada saya untuk dapat terus berubah dan memperbaiki diri. Satu hal yang saya soroti dari program TV tadi adalah tentang bagaimana kita bisa berfikir positif dengan segala macam keadaan. Memandang apa yang terjadi dengan pikiran pikiran yang POSITIF.

Di program yang pertama, saya melihat bagaimana ustadz memandang positif terhadap keadaan ummat Islam pada hari ini. Yah, kita tahu di Indonesia banyak hal hal yang semakin memburuk, semakin krisis, ironi memandangnya. Tapi kita lupa bahwa hari ini juga semakin banyak pemuda yang tergerak mengikuti ta'lim yang diadakan. Tentunya saya juga merasakan semakin banyaknya ta'lim yang diadakan di masjid-masjid. Yang semakin hari semakin ramai diminati.

Di program tv yang selanjutnya saya menyimak, cerita dari seorang pengamen jalanan yang tidak bermaksud menjual kemiskinan dalam setiap gesekan biola yang dia mainkan dari jalan ke jalan. Dia hanya menyalurkan rasanya lewat musik, menyampaikan pesannya dengan musik, dan meningkatan keterampilannya dalam bermusik. Dia berdamai dengan kenyataan bahwa dia adalah pengamen jalanan, namun dia maksimalkan potensi yang dia miliki. Dan itu semua dia buktika dengan pekerjaan beliau sekarang yang bermain musik dari café ke café.

 BERFIKIR POSITIF. Berulang kali saya tulis kata itu di note handphone maupun laptop saya. Yah, positif adalah senjata awal yang harus kita gunakan untuk berhijrah menjadi lebih baik. Bukan hanya itu, untuk mendapat kan keSUKSESan pun POSITIF adalah salah satu kuncinya. Kita tau bahwa hidup ini tidak selamanya bahagia. Ada hal hal yang membuat kita sedih dan terpuruk, dan itu semua adalah hal yang sangat sangat wajar. Naluri dari setiap manusia. Tapi yang menjadi perbedaan adlah bagaimana kita menyikapi nya. Ketika keadaan buruk yang terjadi kita pandang negatif, yang terjadi adalah semakin menyiksa. Rasanya tak ada orang yang berpihak pada kita, pikiran negatif tingkah yang tercerminpun akan negatif. Beda halnya ketika kita memandang potifif setiap keadaan. Ketika pikiran positif maka yang keluar adalah inspirasi, motifasi dan tentunya merefleksikan tingkah laku yang positif, baik.

Ah oke bismillah,
Saya hanya sedang mencoba mengendalikan diri. Berusaha memandang apa yang terjadi secara positif dan berubah menjadi lebih baik. Saya siap menggunakan kembali kacamata positif yang saya miliki. Sabar dan bersyukur atas segala keadaan yang terjadi. Berfikir POSITIF, berhusnudzan, dan YAKIN kepada Allah SWT.

Yakin ga mau ikut positif?
Yuk ah kita sama sama pakai Kacamata Positif kita, mengambil hikmah dari setiap apa yang terjadi and move to be better! :)
0

Be POSITIVE Please

Ketik hapus - ketik hapus - ketik hapus. Entah sudah berapa kali Aku mengulang itu, begitu banyak hal yg ingin kulampiaskan hingga Aku bingung bagian mana yg harus Aku tulis terlebih dahulu.

Judul diatas pun masih kosong, karena Jujur, entah Apa yg ingin Aku tulis.

----------------------------------------------------

Untuk dapat berbagi inspirasi hal utama yg harus kita miliki adalah POSITIF.

Kadang Aku masih saja iri dengan mereka (teman2ku) yang dilihat dari postingan nya di media sosial begitu bahagia. Beberapa diantara mereka ada yg telah berhasil mendapatkan kesuksesan di keahliannya masing -  masing. Sedangkan Aku disini?

Aah, lagi lagi ku berfikir negatif.

Tugas terbesarku saat ini adalah mengembalikan semangat Positif yg sebelumnya selalu Aku miliki. Entah apa yg memengaruhinya, yg membuat dia menghilang dari jiwa yg seharusnya selalu bahagia.

Yaah, Yang harus kita tanam agar dapat hidup hidup bahagia adalah hal hal yang Positif. Dimulai dari pikiran yang akan mencerminkan perkataan dan yang selanjutnya keluar menjadi perbuatan.

-------------------

Kadang Aku bertanya pada Allah,

Ya Raab, kemana sisi positif ku?
Mengapa Aku tiba tiba lemah seperti ini? 

Astagfirullahaladziim.. 
Mungkin karena dosa ku yang terlalu banyak..

Yah atau mungkin,
Allah ingin Aku belajar untuk dapat menghadapi sesuatu lebih positif lagi pada tingkat yang lebih tinggi.

Wallahu'alam..

---------------

Yang jelas Aku tak boleh berdiam diri atas perasaan yang seperti ini. Aku harus bangkit, dan kembali pada-Nya lalu berjuang kembali untuk mengejar cita-cita yang ku inginkan.

Bismillahirrahmanirrahiim

0

Berdamai degan Kenyataan



Hari pertama kembali berbagi ceria bersama santri TPA di masjid dekat rumah saya Alhamdulillah berjalan lancar. Datang terlambat, jadi hanya satu santri yang saya bimbing untuk mengaji Qur'an. Belum apa - apa, hati seakan ditarik untuk terus kembali kepada Allah. Hanya dengan melihat mereka, semangatnya cukup membuat hati ini terseret untuk harus kembali.

Alhamdulillah ..

BERDAMAI DENGAN KENYATAAN
Kalimat yang Aku dengar kedua kalinya dari orang orang sekitar yang selalu mendukungku. Tepat sore tadi sahabat plus rekan ngajar, rekan diskusi, rekan pencari Iman tadi mengatakan kalimat itu setelah sekian lama kami tidak berjumpa.
Kalimat yang sebelumnya pernah Saya dapatkan dari salah seorang alumni MAN 1 Bandung yang sekarang suksed di perkuliahannya - di ITS. Awalnya kalimat ini tak begitu memberikan arti bagi saya, namun setelah mendengarnya kembali, yap. Ini yang harus saya lakukan dalam hidup.

BERDAMAI DENGAN KEADAAN
Apapun keadaan yang kita lewati, dapatkan yaa berdamailah. Baik itu menyenangkan atau katakannlah kurang menyenangkan maka tetaplah berdamai dengannya. Ketika diri berdamai dengan keadaan, maka yang muncul adalah sikap sabar dan syukur yang merupakan sayap kehidupan kita. Teringat kata teman Saya di asrama

"Syah, ada dua jenis kehidupan bersabad dan bersyukur. Bersabar ketika mendapat musibah dan bersyukur ketika mendapat ni'mat"

Ketika dikatakan bahwa hidup ini adalah ujian, Maka ujian itu berupa musibah juga ni'mat. Toh apapun yang terjadi pada diri kita sekarang adalah ujian kan?

Ada kalanya kita bahagia juga ada kalanya kita bersedih. Keduanya merupakan cara Allah untuk menguji hamba-Nya.

Maka, dengan "BERDAMAI DENGAN KENYATAAN" artinya kita siap untuk menerima ujian yang Allah berikan dengan rasa sabar dan syukur. Setelah itu juga artinya kita siap untuk Mengoptimalkan keadaan atas apa yang kita miliki. Setelah optimal maka langkah selanjutnya adalah tawakkal lalu kembali berdamai dengan kenyataan - hasil dari usaha kita - lagi. Terus begitu dalam menghadapi setiap keadaan.

YAKINlah, yakin dengan penuh kepada Allah. Semua yang terjadi adalah skenario terindah bagi hamba-Nya. Bukankan sehelai rambut yang patahpun itu atas kehendak Allah?

Ketika kita mampu berdamai denngannya - kenyataan;keadaan -, hati akan terasa ringan karena ikhlas. Yang pada akhirnya, orang orang yang berhati enanglah yang Allah panggil untuk masuk kedalam surga-Nya.  Sesuai dengan empat ayat terakhir dalam QS. Al - Fajr

Yaa ayyatuhannafsul Mutma'innah
Irji'ii ilaa robbika roodiyammardiyyah
Fadhulii fii Ibadii
Wadkhulii Jannatii ..

Wahai jiwa yang tenang!
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhoi-Nya
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamb-Ku,
Dan Masuklah ke dalam surga-Ku

Semoga Allah menuntun kita untuk dapat selalu berdamai dengan kenyataan dengn rasa pengimplementasian rasa SABAR dan SYUKUR dalam setiap hembusan nafas hidup ini :)

Aamiin
 
0

Bimbing kami manfaatkan tintanya

Friday, March 17, 2017
12:07 AM

 Pertemuan di gedung fakultas itu menjadi akan menjadi awal dari Aku mempergunakan, mengukir pena yang selama ini hanya tersimpan di memoriku.
Dr. Aep Kusnawan, M. Ag. Salah satu dosen dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung membngun para mahasiswanya untuk menumbuhkan kembali semangat Literasi yang semakin hari semakin luntur pada jiwa mahasiswa Indonesia khususnya kampus kami.

Pagi tadi cukup awal yang berat bagi saya. Dalam keadaan perut kosong, saya mulai pertemuan pertama dengan mata kuliah fiqh dilanjut dengan belajar bersama Bahasa Arab di markas kelompok kami. Ketika ketua kelas mengabarkan kelas menulis akan diadakan hari ini, Sungguh rasanya berat. Ada penolakan diri yang secara lantang mengatakan "Argh, kenapa harus hari ini? -_-" Ketika banyak teori mengatakan bahwa belajar yang efektif adalah dalam kondisi 'fun' saat itu, aku tidak dalam kondisi yang mengasyikkan. Cukup berat melangkahkan kaki ke gedung itu, namun entah ini jalan Allah ketika saya akhirnya turut serta dalam pertemuan pertama ini. Senyum terpaksa keluar, seolah semangat padahal tidak. Pertemuanpun dimulai.

Syukurku Alhamdulilllah, Allah memberikan kemudahan bagi hamba. Hati dan pikiran mulai siap menerima, Giroh mulai bangkit ketika Dr. Aep melanjutkan salamnya saat membuka pertemuan itu  dengan kalimat :
"Kalian siap berada disini, datang kesini artinya kalian siap menjadi orang besar", ucap beliau. Entah kejatan darimana, seketika saya mengingat apa yang telah saya lakukan selama ini? Sudahkah saya bermanfaat? Dapatkah saya membanggakan kedua orangtua saya? Semua pertanyaan diri itu muncul yang barhasil menghilangkan penat dan membangkitkan semangat saya untuk mengikuti bimbingan tersebut.

Alhamdulillah, kesadaran untuk mengikti bimbingan terbuka
---

Semangat literasi saya sekarang memang masih sangatlah minim. Membaca masih sebatas saat saya ingin benar benar tau tentang suatu ilmu dan masih menjadi pengantar tidur bagi saya. Menulis, masih sebatas media curhat dan berbagi cerita ketika tidak ada orang yang saya percayai untuk mendengarkannya. Jiwa seorang mahasiswa ini masih sangat butuh dorongan dari luar. Saya butuh seorang pembimbing yang sudi membina saya. Sungguh banyak ide, gagasan, pemikiran yang ingin diungkapkan dan siap keluar di kepala ini. Namun saya masih belum berani, masih malu dan tidak percaya diri untuk mengeluarkannya. Semangat, keinginan untuk memperbaiki semangat literasi dalam diri sudah tercipta, kedepannya saya butuh bimbingan untuk mengembangkan, memanfaatkan, mengukir pena dengan tinta yang sebenarnya kami dapatkan setiap hari.
Kehadiran bapak Dr. Aep disi sangatlah saya syukuri. Semoga bapak selalu diberi kesehatan, dilancarkan rizkinya agar dapat selalu membimbing kami untuk menjadi mahasiswa yang berguna. Mahasiswa yang dapat menjadikan tulisannya sebagai jalan dakwah untuk kebaikan Ummat. Terimakasih bapak ..

Bimbing kami manfaatkan tintanya :)
0

Pertemuan Singkat



Bismillah,,
Kaya judul lagu aja ya pertemuan singkat (emang judul lagu). Pertemuan singkat sebelum Ashar di Universitas Islam Negeri Bandung dengan seorang bapak yang belum pernah Saya kenal sebelumnya.
Minggu, 26 Februari 2017 menjadi pertemuan nan singkat tapi juga sangaat berkesan. Banyak motivasi yang didapat memberikan Semangat baru buat mimpi Saya*eeaaa

Ceritanya saya lagi keluar untuk membeli beberapa keperluan ma’had. Saat perjalanan pulang, saya bertemu dengan banyak orang dijalan dengan biasanya saya memberikan senyuman kepada orang yang dipikir ga akan mengundang syahwat yaa hihi. Nah salah satunya Bapak yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Berawal dari senyuman, bapak itu akhirnya berjalan cepat menghampiri saya yang sama sama berjalan cepat karena takut. Percakapan dimulai dari dia bertanya soal semester berapa dan jurusan apa. Saya jawab dengan ramah dan mencoba agar menyenangkan. Akhirnya kami jalan ke arah ma’had (saya mau ke m’had dan bapak itu mau ke masjid yang jaraknya lebih dekat) sampai berhenti didepat masjid dan melanjutkan berbincang.

Ditengah perbincangan bapak itu membuka handphone nya bermaksud untuk menunjukkan foto – fotonya. Dan MasyaAllah, yang ditunjukkan adalah foto beliau dengan beberapa artist, pengusaha, penulis, dan orang –orang ternama di Indonesia. Mengetahui saya kuliah di jurusan BKI (Bimbingan Konseling Islam) bapak itu menjelaskan pentingnya ilmu “PSIKOLOGI” untuk saya. Saya mengangguk anggukan kepala dan bapak itu tiba tiba membongkar kepribadian saya. Apa yang beliau katakan sangat sesuai dengan kepribadian yang saya miliki. Beliau tau saat tersenyum tadi saya ikhlas atau tidak, beliau tahu sifat mengenai saya. Saya kaget juga kagum namun sambil berjaga diri karena masih takut dengan maksud dan tujuan bapak tersebut.

Diakhir percakapan kami bapak memotivasi saya untuk jadi pemuda yang hebat.  Beliau menjelaskan bagaimana pemuda memiliki energi lebih dalam dirinya. Kesuksesan benar benarterbuka lebar untuk kita, dengan kesuksesan kita dapat menjadi orang yang bermanfaat. Bisa membantu orang, jadi contoh dan inspirasi bagi orang sekitar kita. Beliau menjelaskan begaimana pentingnya membaca dan menulis bagi setiap orang dan lain sebagainya.

Hal ini jadi berkesan untuk saya karena takjub dan memang saya sedang butuh motivasi itu. Setelah pendakian ke gunung manglayang, pegal pegal di badanpun serasa hilang atas motivasi tadi *lebay. Alhamdulillah, ini memang sudah digariskan oleh Allah ketika saya bertemu dengan banya orang yang baru saa kenal namun memberikan banyak inspirasi bagi saya untuk mengerjar mimpi yang diinginkan Semoga kita selalu Istiqomah di jalan Allah. Semakin semangat dan yakin kepada tujuan yang hendak dicapai. Maki mencinta dan di cintai Allah SWT. 
Aamiin 

0

Memilih Cinta-Nya














Biarkan jiwa memisah, raga terpisah
namun Allah meridhoi
Biarkan cinta terputus, tak ku miliki
namun Allah meridhoi
Di atas sajadah ini ku tulis kenangan
ku memilih cinta yang sejati
Di atas sajadah ini ku ucap salam
perpisahan untukmu di sana

Biarkan cinta terputus, tak ku miliki
namun Allah meridhoi
Di atas sajadah ini ku tulis kenangan
ku memilih cinta yang sejati
Di atas sajadah ini ku ucap salam
perpisahan untukmu di sana
Di atas sajadah ini ku tulis kenangan
ku memilih cinta yang sejati untukMu

#Allah dulu, Allah lagi, Allah terus :)
1

#SahabatShalihah

#SAHABATSHALIHAH
     20 Juli 2016
   Aine Nur Firdausya
 Perempuan super yang Aku kenal di MAN 1 Bandung dua tahun yang lalu. Di kelas ituu, Allah mempertemukan kami di tembat yang baik, waktu yang baik, dengan kesan yang saaangat baik. ‘Tikus’ Seharusnya itu hewan kesukaannya, karena gadis ini adalah salah seorang penggemaar Micky Mouse yang sangat terkenal itu, kalian tau itu tikuskan? Setiap menemukan animasi itu, kalian bisa bayangkan sendiri bagaimana reaksi seorang penggemarnya hihihi.
Lupa darimana kami tau awalnya, ternyata Aku dan Aine sama sama penggemar “ Ozil ” Kegilaan terjadi dah kalau udah bahas tentang “Ozil” yang satu ngaku adik yang satu ngaku pacar Please deh *kamingarepbgtya hahaha. Teman teman yang lain hanya bisa beristigfar jika melihat kami mulai gila membicarakan “Ozil” *Astagfirullahaladziim
Berbicara tentang sifat, kata orang, kamu gak akan pernah tau sifat seseorang sampai tidur seatap bareng huy. Bisa benar, tapi yang jelas sifat seseorang memang akan terlihat saat  kau benar mengenalnya. Waktu singkat yang Allah berikan kepada kami, menghadapi ujian bersama, masa masa labil bersama, mulai dari tugas, pelajaran, iman, bahkan cinta, cukup membuat kami lebih dekat, lebih akrab, mengenal sifat satu sama lain.   

Gadis periang, penuh dengan semangat. Tawanya, candaannya, celutukannya dapat menghibur orang disekitarnya. Berbahasa Indonesia plus Sunda jadi pelengkap dalam menciptakan suasana yang hangat, seru deh. Itu yang kau lihat di depan layar,  hal lain yang harus diketahui adalah isi hatinya. Layaknya hati wanita yang lain, hati Aine pun sangaat lembut. Rasa Empati ke sesama teman terlihat saat menolong teman yang membutuhkan bantuan Aine. Hal uang harus lebih diketahui lagi bahwa dibalik kelembutannya, menurut Aisyah dia gadis yang super duper sangat Kuat. Dihadapkan dengan beberapa masalah yang melukai hati, dia selalu berusaha untuk tersenyum. Menutupi kesedihan yang dialami, bertindak seperti biasa, layaknya tak ada kesedihan yang dirasa, It's Real! Penilaian orang mungkin berbada, tapi ASLI itu Aine yg Aisyah kenal :))
           "Si Gadis lembut nan tangguh"
           Dua tahun bersama, belajar bersama, bermain, canda, tawa, tangis bersama adalah waktu yang sangat singkat buat Aisyah. Terasa sangat singkat  karena kita telah lulus sekarang. Satu bulan yang akan datang kita akan mendapatkan gelar Mahasiswi di Universitas. Keinginan untuk bisa kuliah di Universitas yang sama ternyata belum dapat tercapai. Ini bukan masalah, karena Alhamdulillaah, Cita cita Aine untuk bisa lolos dan menjadi Mahasiswa Universitas Padjajaran di Fakultas Peternakan sekarang tercapai. 
      
Neuu ...
            Biarpun Aisyah belum bisa kuliah disana, biar kita mencari ilmu di bawah atap yang gak sama lagi, biarpun shalat Dzuhur nanti sulit buat berjama'ah lagi, semoga do'amu selalu terucap ya Neu. Semoga Aine ga lupa sama adik iparmu ini *ceritanyaadikozilhoomasihgila hihi. Sahabat, Keluarga ga akan berubah, Aine masih tetep jadi sahabat plus keluarga Aisyah yang selalu Aisyah do'akan. Biarpun nanti sulit buat bertemu, biar banyak beda nya sekarang, kita tetep punya tujuan yang sama ya Neuu. Tujuan kepada ALLAH. Tujuan untuk menggapai KESUKSESAN di DUNIA dan di AKHIRAT.
                       Memang gak pernah ada haditsnya untuk mengucapkan "Selamat Ulang Tahun" kepada seseorang. Memang Rasulullah gak pernah mengajarkan itu, dan Akupun gak akan ngucapin itu Neu. Setidaknya kita ambil manfaatnya bareng, menjadikan pengurangan jumlah Umur ini sebagai ajang intropeksi diri ya Neeu. Ber Muhasabah, Chek and Re Check lagi apa aja yang udah kita perbuat di umur sebelumnya. Dan umur baru buat Aine ini pun dijadikan ajang untuk terus menjadi lebih baik lagi ok. Mulai dibuat lagi target target nya, cita cita tahunan nya di tulis deh biar Aine selalu inget. Apa aja yang mau Aine capai di umur yang kata orang sweet ini semoga semua bisa tercapai yaa. Semoga Allah pun memberikan kemudahan dan kelancaran untuk segalanya yaa.
              Jangan sombong ya Neu, jangan luapain Aisyah. Semoga selalu jadi sahabat terbaik Aisyah di dunia maupun di akhirat nanti. Tetep jadi sajabat shalihah nya Aku. Kalau Aine ga nemuin Aisyah di Syurga bareng Aine, tolong tanya Aisyah ke Allah ya Neu ..
 
Ibnu Jauzi berpesan begitu, bersandar pada sebuah hadits :
"Apabila penghuni syurga telah masuk ke dalam syurga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, maka mereka pun bertanya kepada Allah: 'Ya Rabb! kami tidak melihat sahabat-sahabatkami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami...'"Maka Allah berfirman, "Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman, walau hanya sebesar zarrah." 
(Ibnu Mubarak dalam kitab Az Zuhd)

           Ingetin Aku yaa Neeu kalau lupa sama tujuan kesuksesan kita :') Semoga Allah mempertemukan kita nanti di Syurganya yaa. Semoga semakin dekat dengan Sang Khalik, semakin MencintaiNya dan pasti di CintaiNya Aamiin 

Love you Neeu <3
2

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com